Kutipan Akta Kematian

Pelaporan kematian dilaksanakan sesuai status kependudukan almarhum/tidak berdasar domisili. Mengisi formulir permohonan pencatatan kematian secara lengkap, dengan melampirkan :

Akta Kematian Reguler atau Terlambat

  1. Surat pengantar dari Ketua RT/RW .
  2. Surat Keterangan kematian dari Rumah Sakit jika meninggal di Rumah Sakit supaya langsung pengajuan ke Dispendukcapil Kota Salatiga tanpa lewat Kelurahan/tanpa tanda tangan pihak Kelurahan (setelah jadi pembuatan akta kematian dari Dispendukcapil untuk mengumpulkan fotocopynya ke Kelurahan).
  3. Surat Keterangan Kematian dari Kelurahan F.2-29 ( meninggal di rumah disertai alamat ).
  4. KTP-el dan Kartu Keluarga Almarhum (Asli dan Fotocopy 2 lembar).
  5. Formulir Pelaporan Kematian. Blangko bisa diambil di kantor Kelurahan ditulis lengkap oleh pemohon
  6. Surat Pernyataan Pelapor (Kebenaran Data Almarhum). Blangko bisa diambil di kantor Kelurahan ditulis lengkap oleh pemohon
  7. Fotocopy KTP-el Pelapor Keluarga sekandung segaris/setingkat atau suami atau istri atau angkat, apabila Pelapor bukan keluarga harus mendapat kuasa mengetahui Ketua RT dan RW (2 lembar).
  8. Fotocopy KTP-el 2 (dua) orang saksi (masing-masing 2 lembar).
  9. Fotocopy KTP-el Orang Tua ( Ayah dan Ibu ) 2 lembar beserta fotocopy buku/surat nikah/kutipan perkawinan. Jika sudah meninggal melampirkan fotocopy Kutipan Akta Kematian/Surat Kematian. Apabila pelapor orang tua kandung atau anak kandung atau saudara kandung
  10. KTP-el Suami atau Istri (Asli dan Fotocopy 2 lembar). Apabila pelapor suami atau istri
  11. Apabila yang meninggal tidak mempunyai dokumen apapun pada saat permohonan Akta Kematian harus melalui penetapan sidang Pengadilan Negeri.

Pencatatan Akta Kematian 3 In 1 (Usia 0 s.d 30 hari) Sekaligus mendapatkan Kartu Keluarga (KK) dan KTP-el bagi Suami atau Isteri yang ditinggalkan

  1. Surat pengantar/keterangan dari Ketua RT/RW .
  2. Surat Keterangan kematian dari Rumah Sakit jika meninggal di Rumah Sakit supaya langsung pengajuan ke Dispendukcapil Kota Salatiga tanpa lewat Kelurahan/tanpa tanda tangan pihak Kelurahan (setelah jadi pembuatan akta kematian dari Dispendukcapil untuk mengumpulkan fotocopynya ke Kelurahan).
  3. Surat Keterangan Kematian dari Kelurahan F.2-29 ( meninggal di rumah disertai alamat ).
  4. KTP-el dan Kartu Keluarga Almarhum (Asli dan Fotocopy 2 lembar).
  5. Formulir Pelaporan Kematian. Blangko bisa diambil di kantor Kelurahan ditulis lengkap oleh pemohon
  6. Surat Pernyataan Pelapor (Kebenaran Data Almarhum). Blangko bisa diambil di kantor Kelurahan ditulis lengkap oleh pemohon
  7. Fotocopy KTP-el Pelapor Keluarga sekandung segaris/setingkat atau suami atau istri atau angkat, apabila Pelapor bukan keluarga harus mendapat kuasa mengetahui Ketua RT dan RW/langsung Ketua RT setempat jika tidak ada keluarga (2 lembar).
  8. Fotocopy KTP-el 2 (dua) orang saksi (masing-masing 2 lembar).
  9. Fotocopy KTP-el Orang Tua ( Ayah dan Ibu ) 2 lembar beserta fotocopy buku/surat nikah/kutipan perkawinan. Jika sudah meninggal melampirkan fotocopy Kutipan Akta Kematian/Surat Kematian. Apabila pelapor orang tua kandung atau anak kandung atau saudara kandung
  10. KTP-el Suami atau Istri (Asli dan Fotocopy 2 lembar). Apabila pelapor suami atau istri
  11. Apabila yang meninggal tidak mempunyai dokumen apapun pada saat permohonan Akta Kematian, harus melalui penetapan sidang Pengadilan Negeri.

Format surat bisa di download di bawah ini.

FacebookTwitterEmailShare

Attachments